Rabu, 29 September 2010

Aku tak mau kehilangan Mu Ya Rabb...

malam menunjukkan pukul 01.00, aku terbangun dari tidurku..
Alhamdulillah terima kasih Ya Allah ..aku masih diberi kesempatan untuk mengecap indahnya malam ini..
langsung aku membasuh muka dan bersuci untuk menghadap kepada-Nya..

dalam keheningan malam ini...
suasana yang mendukung kekhusyukan untuk bersujud pada-Mu..
telinga, mata,sumsum dan tulangku semua tunduk pada-Mu

tak kuasa air mata ini menetes deras..
Ya Alloh..Ya Syakur, Ya  Khaliq..
Puji syukur kupanjatkan akan limpahan rahmat-Mu yang telah kau beri ..
kenikmatan-kenikmatan duniawi..
aku masih bisa merasakan nikmatnya sehat,,makan, minum, dan keluarga yang utuh..
menikmati indahnya ciptaanmu..langit ini..dengan bulan yang memberi penerang dalam gelapnya malam ini.. tak dapat kusebutkan semua nikmatmu..
karena aku tak sanggup menyebutkan semuanya..
Sungguh banyak nikmat yang telah Kau berikan Ya Rabb..


Ya Allah...Ya Ghoffar..
sebuah pengakuan dosa..penyesalan..dan permohonan akan ampunan-Mu...
ampuni hambamu ini Ya Alloh.. yang sering melupakan-Mu..
hamba yang Hina..
aku yang tak sempurna..
Karena kesempurnaan hanyalah milik-Mu Ya Rabb..
Sungguh Engkau Maha pencemburu...
Engkau Maha membolak balikkan hati ini..
Tuntunlah hamba selalu dijalan-Mu..

Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim...
ampuni hamba..kedua orangtua hamba..
sayangilah mereka seperti mereka menyayangi hamba
ampuni keluarga kami..
teman-teman muslim hamba..
lindungilah kami Ya Rabb..dari segala marabahaya..
dari panasnya api neraka..
masukkan kami kedalam surga-Mu..
dekat dengan -Mu Ya Rabb..

Ya Allah..Ya Shobur..
berilah hamba kesabaran..
keteguhan hati,,dan kelapangan
dalam menjalani liku kehidupan yang fana ini..

Ya Allah Ya Muqtadir Ya Qoodir
Engkau Maha berkuasa
Engkau yang menakdirkan segala sesuatu..
aku hanya bisa memohon berdoa dan berusaha serta bertawakkal..

Ya Allah Ya Rozzaq..
Engkau pemberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka..
cukupkan lah hamba Ya Rabb..
dan ingatkan hamba agar selalu menafkahkan di jalan-Mu..

Ya Allah..Ya Waduud Ya Hakiim Ya Salaam Ya muhaimin Ya Lathif..
Engkaulah penyejuk jiwa..
dengen Kelembutan-Mu..
Engkau pemberi kedamaian dalam setiap hati..
engkau mengamankan dan menjaga ku..
Engkaulah pemancar kasih sayang..
Engkau selalu setia senantiasa ada dalam hati..
ketika hati ini sepi..
Ya Rabb..Ya Ro'uf..
Cintaku Padamu melebihi apapun..
Karena Cintamu begitu Indah...
Engkaulah pemilik hati ini Ya Rabb..
Kau beri yang tebaik untukku...

Ya Rabb..Ya Mujiib..
Pemenuh doa kami..
Islam adalah agamaku..
Tuhan ku hanya satu Allah SWT.
Nabiku adalah Muhammad saw.

Jagalah hati ini agar tetap selalu ingat akan keindahan cinta kepada-Mu..
kini ku sadar bahwa aku benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya..
cintaku pada-Mu melebihi apapun...
subhanallah..aku tak dapat mengatakan betapa rasa cinta ini begitu indah..tak bisa digambarkan..
Ya Rabb..jangan tinggalkan hamba sendirian menjalani hidup ini..
karena tanpa-Mu aku bukan apa-apa..
karena aku milik-Mu seutuhnya

Ya Rabb..
kuatkan dan teguhkan iman hamba ..
Engkau maha Kuasa atas segala sesuatu..
Berilah selalu petunjuk di jalan yang benar..
agar aku tak terpelosok dalam lubang jurang setan..
Hanya Engkau tempatku berlindung...

Perkenankan Doa hamba Ya Rabb..
amiin Ya Robbal'alamin..


oleh:hamba Pecinta_Mu

Sabtu, 25 September 2010

Jika Belum Siap Cintai Dia dalam diam

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam…
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…

kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya… karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu… menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu…

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya…
karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata’ala benar-benar pilihkan untukmu… Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu ‘anhum ? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan…

tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah…
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan…
kekuatan harapan,kekuatan impian„hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata…
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…

bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo’a pada-Nya ?
Dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap

diam… Iyaa… biarkan… karena Allah Ta’alaa masih punya rencana dan ‘hadiah’ lain untukmu…
jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata’ala biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri… dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu…

Allah Subhanahu Wata’ala Tata hatimu…
Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas…???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta’alaa…

Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita…
Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah…
Titipkanlah pada Allah Ta’alaa…

Sebab hanya Allah Ta’alaa yang Maha Menjaga…
dikala kau dan dia saling berjauhan…
dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu…
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur…
Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya…



diambil dr:http://dhedhet.tumblr.com/post/1169747226

Rabu, 08 September 2010

Ya Shohibu Baiti

Shohibu baytii... Ya shohibu baytii (Tuan rumahku... Wahai tuan rumahku)

Imamu hayatii... Ya Imamu hayatii (Pemimpin hidupku... Wahai pemimpin hidupku)

Mursyidu imanii... Antai syamsu qolbiy (Penuntun imanku... Engkau (cahaya) mentari hatiku)

Qomaru fuadi... Ya qurratu 'aini(Rembulan jiwaku... Wahai penyejuk mataku)

Syafi'u nashibiy... Ya maula jihadiy (Penolong (dari) beban (berat)ku... Wahai muara perjuanganku)

Ufuqu Syauqi... Ya baabu akhirati (Cakrawala rinduku... Wahai pintu keabadianku)



hmm...spechless..nih ..bgus bgt..

saya ambil dari teman saya aris.

Puisi Ayat-ayat Cinta

Duhai makhluk yang lembut hatinya
Aku tak ada siapapun kecuali Allah di hatiku
Aku ingin menjadi yang halal bagimu
Yang dapat dengan sepenuh hati mengecup keningmu
Sehingga tak ada lagi resah yang menyelimuti qolbu
Untuk redamkan tiap riak-riak harapan itu
Bukan semata untukku
Tapi juga untuk-Nya…
Karena ku malu saat merindu-Nya
Ku juga merindumu
Ku berdoa mengharap kepada-Nya
Ternyata juga karena ku mengharapkanmu

Maafkan aku…
Sungguh, jodoh bukan milikku…
Ketidaksanggupanku saat ini menyisakan sebuah kepasrahan
Ku kan kembali kepada Ar-Rahmaan
Harapan menjadi harapan
Dan biarlah menjadi rahasia tak terungkap sepanjang zaman
Jika ku pun pantas menjemputmu
Maka biarlah Allah yang mengantarkanku padamu
Di saat yang tepat
Dengan proses yang cepat
Namun sungguh pun bila kita tak bertemu
Maka biarkan menjadi kisah sejati
Yang tak akan pernah mati
Ya! tak kan pernah mati


*puisi d atas berhasil membuat saya nangis..terutama pd bait terakhir..T_T

sumber: http://masthoms16.wordpress.com/2008/03/02/puisi-ayat-ayat-cinta/


Ampunilah dosa-dosa hambaMu ini Ya Allah...

Abu Abdurrahman al-Asadi bertanya kepada Said Bin Abdul Azis, 'Tangisan apa ini yang terdengar ketika engkau sholat?' Said balik bertanya, 'Kenapa Engkau bertanya seperti itu?'

Abu Abdurrahman menjawab, 'Wahai saudaraku semoga Allah memberikan hidayah untukku dengan pertanyaan itu.' Said mengatakan, 'Setiap saya sholat selalu membayangkan siksa api neraka bila Allah tidak mengampuni dosa-dosa yang pernah saya lakukan.'

Itulah tanda-tanda orang yang khusyuk dalam sholatnya, Allah berfirman 'Sesungguhnya, beruntunglah mereka yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya (al-Mukminun : 1-2).

Khusyuk di dalam sholat memaksa jatuhnya air mata karena kecintaan dan takut dosanya tidak diampuni oleh Allah serta membayangkan siksa api neraka di depan mata kita disetiap sholat. Sementara ada orang yang sholat hanya mekanistik, tiada sebuah kesadaran. Hanya menggugurkan kewajiban semata, sesungguhnya sholat seperti ini adalah badan yang mati, berbeda dengan orang yang sholat memiliki sebuah kesadaran diri untuk Menangis dan meneteskan air mata memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Ampunilah dosa-dosa hambaMu ini Ya Allah...


oleh : Agussyafii


sesuai dg tema bulan ini..bulan penuh ampunan..

yang sebentar lagi akan berakhir..sungguh aku masih ingin lebih lama lagi menikmati saat -saat bulan ramadhan..

semoga setelah bulan ramadhan ini berakhir kita semua menjadi manusia yang lebih bertakwa kepada Allah SWT.amiin..


Surat Untuk Calon Suamiku

share lagi yaa...dari kemarin saya tidak sengaja baca artikel mengenai cinta, suami, dan pernikahan..hehehe..:-)

.........................................................................................................................................................................


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Dear calon suamiku…

Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kaugenggam?

Wahai Calon Suamiku…

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kaubangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…

Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak. Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanyakesia-siaan yang dapati.Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu,suamiku.

Wahai calon suamiku…

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh. Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu. Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulat pun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalanAllah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akanmenjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada dirimereka ketaatan kepada Allah SWT.Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…

Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama,maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

hidup ini indah bila engkau selalu hadir di sisiku setiap waktu, hingga aku hembuskan nafas yg terakhir

by Muslimah Perindu Syurga (RKI Muslimah)

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5049433

mengapa memilih dia...??

Cerita dari seorang sahabat

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah ). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.

“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.

“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”

“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.

“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.

“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.

Kepada YTH

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya.

Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.

Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu’alaikum Wr Wb


Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya . Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia.”

“Karena dia manusia biasa....” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”

“Maksudnya?”

“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.”

“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

“Gik…”

“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo (sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.//by Ugik Madyo

artikel ini saya baca dr mb ayu..mkasih y mbak..
surat itu begitu sederhana tapi memiliki makna tersendiri
semuanya kembali pada niat..hanya karena Allah semata..:)

Selasa, 07 September 2010

otak ku

Akhirnya tibalah saat inii
Dimana aku sudah terlalu lelah untuk bermimpi
Dimana aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk mencintai

Aku hanya ingin tenang tanpa hadir bayangmu
Aku hanya ingin terdiam tanpa memikirkanmu
Aku hanya ingin sendiri tanpa senyummu

Salahkan aku atau bodohkah aku
takutkah aku atau pengecutkah aku
menyerahkah aku atau putus asakah aku

aku harus bagaimana!!

aku ingin seperti mereka yang katanya bijaksana
aku ingin seperti mereka yang bisa buatmu ketawa
aku juga ingin seperti mereka yang bisa buatmu bahagia

mengapa aku harus mengejar harapan padahal ada keniscayaan
mengapa aku harus bermimpi padahal ada yang pasti
mengapa aku harus lari padahal ada yang setia disini

bagaimana aku bisa seperti ini
bagaimana aku harus membohongi diri
bagaimana caranya aku bisa lepas dari semua ini

aku sudah terlalu lelah
aku ingin menyerah
aku ingin pasrah

mungkinkah karena engkau terlalu indah
mungkinkah karena engkau terlalu berarti walau hanya dalam hati
mungkinkah karena engkau memang tercipta untukku sehingga aku bisa sejauh ini

apakah aku lebih butuh dirimu lebih dari tuhanku
apakah aku harus mengejarmu padahal aku takut kau tak menginginkanku
pada akhirnya takkan kutemukan jawaban sampai akhir nanti disuatu malam yang takkan diahiri oleh pagi

oleh :didik

Memory...

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu, Ingat untuk berterima kasih padanya. Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Tersenyumlah dengan wajar . Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

sumber : kak pipin :)

dan aku mencintaimu karena ALLAH...

melihat2 notes temen2 d fb saya..suka dgn judul ini.. dan ingin share d blog ini..


Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh di sekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatmu. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya. Namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau lebih baik mencintai orang tersebut. Namun ketika hatimu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.

Namun ketika hatimu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga memahami dan menerima kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.


Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.

Cinta karena Allah itu tidak akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun kecantikan seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidakbahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhai oleh Allah SWT.

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Cinta karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius… Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.

Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.

Cinta karena Allah bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan di sisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai ridha-Nya

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. Dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

"Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya"


source:http://www.facebook.com/note.php?note_id=381219154439